filter: alpha(opacity=100); -moz-opacity: 1.0; opacity: 0.6; -khtml-opacity: 0.0; - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-background-blog-sendiri.html#sthash.yGIywD7D.dpuf

Ads 468x60px

ARTIS REGGAE

Add caption

COZY REPUBLIK

Cozy Republic adalah sebuah band beraliran reggae yang sekarang digawangi oleh Cozy Bastian (vokal), Penyot Cozy (gitar, back vokal), Luthfi (drum), Indha (keyboard), Rival (guest bass), dan Daverrzt (perkusi). Band asal Jakarta ini terbentuk sejak tahun 2006.

Awal tebentuknya band ini adalah dengan menjadi salah satu band yang mengisi kompilasi Music Factory, bentukan Kentucky Fried Chicken. Single Bisa Setia beraliran reggae langsung menyedot perhatian di antara lagu-lagu pop lainnya. 
Karena sering 'nongkrong bareng' di Gang Potlot, akhirnya Ivanka Slank tertarik untuk memproduseri single pertama mereka yang dirilis dengan judul Republik Uye pada tahun 2008.
Cozy Republic menggeliat kembali di tahun 2010 ini dengan melempar single baru bertitle Republik Uye seusai kerja sama pertamanya dengan Greenlabs. Hits Republik Uye sejatinya hasil olah kembali album debut mereka di tahun 2008 dengan format band baru, yang ditandai dengan masuknya Indha (keyboard) dan Rival (bass) untuk melengkapi barisan Cozy Bastian (vokal), P'nyot (gitar) dan Uvi (drum).
Yang membuat band ini berbeda dengan banyak band reggae lainnya adalah tema cinta yang mereka hadirkan. Mereka tidak lagi berbicara tentang pantai, isu sosial atau politik layaknya band reggae yang lain.
Single yang mereka andalkan adalah Hitam Putih, Kucing Rasta, Republik Uye, Mirip Pacarku, dan Bidadari.
Karena album pertama mereka kurang diterima di pasaran. Pada September 2010 dengan warna musik yang lebih dewasa dan masih tetap ada unsur reggae, band ini mencoba mendobrak pasar musik Indonesia lewat lagu-lagunya dengan album kedua mereka.
Single yang mereka jagokan pada album kedua ini berjudul Kalau Jodoh Tak Lari Kemana. Yang unik, mengikuti sukses beberapa band reggae terdahulu, Cozy Republic pun mencoba berbagai inovasi untuk menebarkan virus reggae keluar komunitas. 

Hal ini bisa dilihat ketika band ini melakukan kolaborasi untuk hits single terbaru Kalau Jodoh Tak Lari Kemana dari album keduanya dengan salah satu perusahaan produsen handphone (HP) asal negeri tirai bambu, China.





Add caption

BAMBU RASTA
Sekilas info sejarah BAMBURASTA? begini ceritanya mas bro, langsung aja yah he…  Jadi gini nama BAMBURASTA itu pemberian dari teman deket BAMBURASTA sebut aja “Mr D” bisa di bilang juga udah di anggap keluarga BAMBURASTA.Kemudian, ketika semua personilnya mendengarkan kata “BAMBURASTA” itu, semua personilnya pun langsung merundingkan nama “BAMBURASTA” tersebut , dan akhirnya teman – teman juga sepakat nama band nya “BAMBURASTA”. Dan BAMBURASTA langsung di proklamirkan tepatnya di Desa Suci pada tanggal 26 Februari 2008. mas broo mau tau kenapa namanya BAMBURASTA. Kita jelaskan pohon BAMBU dulu yah mas bro. “giniloh mas bro hehe “ kita tak pernah sadari, ketika kita melihat tumbuhan, setelah kita mengamati lebih dalam lagi, “masyallah mas bro”, tumbuhan juga punya arti atau sifat yang benar – benar bermanfaat bagi kehidupan kita sehari – hari. kalo kitanya benar – benar mengamatinya. Coba kalian lihat & perhatiin pohon BAMBU, pasti pohon BAMBU tumbuhnya itu selalu bersama ( mengumpul ), meskipun batangnya itu berbeda – beda ukuranya, ada yang kecil sampai yang besar,dari yang pendek sampai yang tinggi,itu selalu bersama dan tumbuhnya juga selalu mengumpul & tak berjauhan. Jadi kita mengambil kesimpulan atau arti dari pohon BAMBU tersebut itu bagi kami yaitu simbol “KEBERSAMAAN ”kata bamburasta. “ begitu sekilas ceritanya mas bro “. Oh iya……..personil BAMBURASTA sendiri mencoba menata & mempelajari dari sifat pohon BAMBU tersebut, ketika ada perbedaan dari segi fisik,materi,dan lain –lain.. Seenggahnya kita harus saling menghormati satu sama lain,(“jangan saling EGOIS yah mas bro hehe ). Insyallah kalo kita menjaga etika nya dengan baik pasti tumbuh rasa kebersamaan yang kokoh & tujuan misinya , visinya kita akan terwujud yang penting kita yakin, sabar, ada keinginan mau belajar, berdoa & meminta sama ALLAH swt, TETAP SEMANGAT. (amin) Nah sekarang kita menjelaskan tentang “ RASTA “ nya mas bro. Begini ceritanya mas bro. Banyak pendapat tentang RASTA itu ? tapi kata RASTA menurut BAMBURASTA sendiri yaitu pecinta musik REGGAE yang tidak memandang RAS, RAS disini yang berarti jangan pernahlah membedakan satu sama lain, contohnya dari segi fisiknya,dari segi subkultul ekonominya, martabatnya dan sebagainya. Karena “PERBEDAAN “ itu sangat indah & berwarna, jadi kita tuh semua sama dan harus lebih bersatu & damai mas bro…. Jadi kita mengambil kesimpulan BAMBURASTA yaitu  “ KEBERSAMAAN TANPA PERBEDAAN “. begono mas brooooo… Nah sekarang kami menuju ke GENRE atau aliran nya BAMBURASTA….. Mau tau mas brooo…Yumariiiii….BAMBURASTA mengambil genre atau aliran musiknya yaitu REGGAE yang pastinya mas bro??? nah sebelumnya pengen curhat sedikit aja neh mas broo tentang genre REGGAE. genre REGGAE itu  bermacam – macam jenisnya, yah misalnya ada genre REGGAE JAMAICAN SOUL, DUB dan masih banyak yang lain nya, tapi tetep ROOT (akar) REGGAE mas brooo… Kemudian kalo BAMBURASTA sendiri mengambil genre atau aliran musiknya yaitu “REGGAE GENERATION” sebelumnya neh genre asli hasil dari ide BAMBURASTA sendiri?? kenapa mengambil genrenya REGGAE GENERASI?? Mau tau mas broooo…yuuumariii… Jadi gini mas broo.. kami menjelaskan sedikit tentang REGGAE nya waktu masa nya Bob Marley …. “Reggae sendiri adalah kombinasi musik dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta Folk (lagu rakyat) Jamaika. permainan drum diambil dari ritual Rastafarian ( upacara adat ) yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem Kata orang jamaika musik reggae itu lebih mencondong ke ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi”.  Nah tapi kalo BAMBURASTA sendiri mengkemas REGGAE nya itu lebih ke style generasi BAMBURASTA sendiri, lamun bahasa cirebone (“ gayae bamburasta dewek” ), jadi generasi BAMBURASTA itu REGGAE nya ga’ ke Bob Marley bangetlah.  Disini BAMBURASTA reggae nya mencoba menggabung – gabungkan atau mengkombinasikan antara genre REGGAE sama genre lain nya seperti SKA, ROCKSTEADY, BLUES, JAZZ, ROCK, dan sebagainya.  kenapa kami mencoba seperti itu, “yah pengen punya IDENTITAS aja & supaya lebih berwarna REGGAE nya, terus biar lebih bersatu juga, antara genre REGGAE dangan genre lain nya, tapi tetep ko’ ROOT nya BAMBURASTA itu yang pasti“ REGGAE “.dan BAMBURASTA selain menggabung – gabungkan genre, BAMBURASTA juga kemasan lyric atau cerita lagunya lebih kerealita yang ada, dari masalah sosial, cinta, politik,pesan manusiawi,dan sebagainya.  Oyah neh mah cuman pengen sedikit curhat aja mas broo” adalah yang bilang gini ke BAMBURASTA,ko personil BAMBURASTA ga ada yang  GIMBAL katanya “REGGAE”. Neh mah cuman pengen ngasih tau ajalah kesemuanya, bagi BAMBURASTA, REGGAE itu ga’ mesti gimbal lah , yang penting cukup “ GIMBAL DI HATI aja “. jadi ini lah “REGGAE GENERASI BAMBURASTA” .mas broo….jadi kita mengambil kesimpulan nya”walaupun berbada- beda kita harus bersatu, dan lebih bisa menghormati satu sama lain nya.(” PEACE ,LOVE ,UNITY , RESPECT ). “JAYALAH REGGAE INDONESIAKU”..ONE LOVE ONE HEART ONE SOUL.


Artis yang Kami Juga Sukai


Robert Nesta Marley, Tony Q Rastafara, Shaggy Dog, Souljah. Dll
Personil : Vocalis 1 : Uzan
                  Vocallis 2 : Ikka
                  Gitaris : Eby
                  Bassis : Mario
                  Keyboardist : yandi
                  Drumer : Jaka
                  BackingVoc : 1. Awod  2.Alin 3. ijal

Alamat : Desa Suci Kec.Mundu Kab.Cirebon Jawa Barat Indonesia
Contac Perso

n : Dasa 085295701403 ( manager )


Add caption
TONY Q RASTAFARA
Pria asal Semarang, kota kecil di Jawa tengah, Indonesia, terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih. Lahir dari keluarga sederhana, bakat seni nya telah terihat sejak masa kanak-kanak terutama di dalam bidang seni lukis dan musik.Tony berkenalan dengan dunia musik melalui teman-temannya dan banyak terpengaruhi oleh jenis musik rock dan blues.
Selepas menyelesaikan pendidikannya di sekolah kejuruan tehnik (STM) Tony memutuskan untuk memulai karier bermusiknya di kota semarang sebagi pemusik jalanan sejak tahun 1980, hingga membuatnya dekat dengan kehidupan musisi jalanan kota Semarang. Di kota kelahirannya tersebut, Tony sempat membuat album kompilasi anak jalanan dengan teman-temannya dan pernah menjuarai beberapa festival musik jalanan.
Karena ingin mencoba tantangan baru dalam bermusik maka dia pun hijrah dan mencoba mengadu nasib ke Jakarta, ibukota Indonesia. Karena kehidupannya yang dekat dengan musisi jalanan, Tony pun kembali masuk ke komunitas yang sama di Jakarta. Dengan bantuan dari seorang teman yang terlebih dahulu berkecimpung di dunia musisi jalanan Jakarta, Tony pun memberanikan niatnya untuk memulai karier musik di Jakarta sebagai pengamen. Menghibur dan bermain musik dari satu tempat ke tempat lainnya di seputaran pinggiran jalan Jakarta.
Di pertengahan tahun 1984, atas anjuran seorang teman, Tony mulai berkenalan dengan musik country dan mulai mencoba memainkan jenis musik yang pada saat itu belum terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia karena belum banyak musisi yang memainkan genre musik tersebut. Dari eksistensinya bermain musik country, Tony mulai mendapat teman dari kalangan ekspatriat di Jakarta, salah satunya adalah teman-teman dari komunitas kedutaan amerika serikat di Jakarta. Beberapa kali Tony di undang untuk tampil di acara-acara yang diselenggarakan oleh kedutaan amerika serikat dan atas bantuan dari teman-teman di kedutaan dia berhasil mendapatkan undangan untuk bermain di salah satu festival musik country terbesar di amerika yaitu Grand Old Opree yang bertempat di Tennese Amerika Serikat. Akan tetapi dikarenakan kurang adanya dukungan secara finansial, rencana untuk tampil di festival tersebut tidak dapat terealisasikan. Sekian lama bermain musik country Tony mulai merasakan kejenuhan dan merasa bahwa kariernya di musik country tidak berkembang hingga dia memutuskan untuk keluar dari band countrynya dan mulai mencoba mencari jenis musik lain yang lebih sesuai dengan jiwanya.
Tony mulai berkenalan dengan musik reggae di awal tahun 1989, ketika ia jatuh cinta pada sosok legenda musik reggae Bob Marley. Tidak saja terinspirasi dengan musiknya, lirik-lirik lagu dalam setiap Bob Marley benar-benar mengusik naluri bermusiknya, hingga ia yakin untuk memilih berkarier di musik reggae dan mulai mencoba eksis di genre musik tersebut. Di tahun yang sama Tony membentuk band reggae pertamanya yang diberi nama “Roots Rock Reggae”. Band pertamanya tersebut mulai mengawali kariernya dengan main di pub dan cafe-cafe seputaran Jakarta memainkan lagu-lagu milik Bob Marley,Jimmy Cliff dan lain-lain dengan Tony sebagai lead vocal dan lead guitar. Di dalam perjalanannya karier musik reggae nya, Tony sempat membentuk band-band reggae lainnya, seperti “Exodus”, kemudian “Rastaman” dan pada tahun 1994 dia membentuk band yang dikemudian hari ikut membesarkan namanya di dunia musik reggae Indonesia yaitu “Rastafara”.
Dengan Rastafara, karier musik Tony mulai menanjak, dikarenakan pada masa itu sangat jarang musisi band yang memainkan genre musik reggae di jakarta, maka Rastafara cukup dikenal luas di kalangn penikmat musik reggae. Rastafara pada saat itu dianggap sebagai pelopor musik reggae Indonesia dikarenakan merupakan satu-satunya band reggae yang berani untuk membawakan lagu ciptaan sendiri dan berusaha lepas dari bayang-bayang musik reggae ala jamaika dan hampir keseluruhan lagu-lagu Rastafara di ciptakan oleh Tony.
Pada tahun 1995, atas bantuan seorang teman, Rastafara berhasil mendapatkan tawaran untuk rekaman album dari Warner Music Indonesia. Dan akhirnya album perdana bertajuk “Rambut Gimbal” di rilis pada tahun 1996. Album tersebut mendapat respon yang sangat baik, dan berhasil memberikan warna baru dalam industri musik Indonesia yang pada saat itu sedang di dominasi oleh musik Alternative Rock. Hampir semua lagu-lagu di album tersebut diciptakan sendiri oleh Tony ,lirik lagunya kebanyakan bercerita tentang tema sosial, kemanusiaan, cinta dan tema kehidupan masyarakat sehari-hari. Lagunya yang cukup populer pada masa itu adalah “Rambut Gimbal” sebuah istilah untuk style rambut Dreadlock dalam bahasa asing yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia dan menjadi populer dikarenakannya lagu tersebut.
Perbedaan Rastafara pada saat itu dengan band reggae lainnya adalah karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan gaya khas Indonesia kedalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae dunia seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang sunda atau Gamelan jawa juga ikut menambah warna musik Indonesia didalam lagu-lagu Rastafara. Aransemen musiknya sepintas juga terlihat mencampurkan unsur-unsur musik melayu.
Pada tahun 1997, kontrak album dengan label musik nya tidak diperpanjang dan Rastafara memutuskan untuk vakum dalam bermusik, hingga akhirnya Tony memutuskan untuk membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara.
Pada tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band additional player. Tetapi kemudian Tony memutuskan untuk bersolo karier dengan tetap membawa nama bandnya Tony Q Rastafara, yang berhasil merilis album secara independent pada tahun 2000 yaitu “Damai Dengan Cinta”. Pada album ke tiganya ini lah Tony mulai menapaki puncak kariernya dalam musik reggae di Indonesia, karena album inilah seorang Professor di bidang musik dari Amerika memberikannya referensi kepadanya untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika. Pihak penyelenggara Festival menyukai lagu-lagu yang ada di album tersebut dan kemudian mengundang Tony untuk tampil diacara tersebut pada tahun 2002, tapi sayang sekali Tony beserta rombongannya tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait dengan Tragedi WTC 11 September di Amerika yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony ke Amerika.
Pada tahun 2003 albumnya yang ke empat berjudul “Kronologi” di rilis, lagu pada album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis.
Kedekatan Tony dengan aktivis LSM dan NGO seperti Green Peace, WALHI,dan lain-lain memberikannya inspirasi untuk membuat album yang mempunyai visi dan misi sosial dan kemanusian yang lebih mendalam dan berarti. Maka pada tahun 2005 lahirlah album kelimanya yang bertitel “Salam Damai” dengan membawa misi dan visi yang ingin disampaikan tentang perdamaian, dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur musik orchestra tetapi tidak lupa memasukan unsur tradisional yang semakin kental.
Di penghujung tahun 2005, kembali atas bantuan referensi dari teman lamanya, Professor musicology dari Amerika Serikat, salah satu lagu dari album ketiganya “Damai Dengan Cinta” yaitu “Pat Gulipat” berhasil masuk dalam Album kompilasi musik dunia Putumayo World Music dengan titel “Reggae Playground” yang telah dirilis secara Internasional pada bulan Februari 2006. Sebagai satu-satunya wakil dari benua Asia hal ini juga tidak saja mengaharumkan nama Tony Q sendiri tetapi juga nama Indonesia di mata dunia dan khususnya Musik Reggae ala Indonesia juga dapat lebih dikenal secara Internasional.
Setelah sekian lama berkecimpung di dunia indie label, maka Tony pun mencoba untuk kembali merilis albumnya di major label pada tahun 2007 dengan titel “Anak Kampung”.Nuansa album ke enam nya ini masih mencoba untuk memadukan unsur musik reggae dengan tradisional indonesia dan semakin didominasi oleh lagu-lagu yang bertema sosial, membuat musiknya pun banyak digemari oleh masyarakat kelas menengah kebawah terutama mereka yang berasal dari wilayah luar Jakarta.
Basis penggemar yang semakin berkembang, Tony pun mulai mencoba memfasilitasi keinginan penggemarnya dengan membentuk fans club yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia hingga sampai ke negeri tetangga Singapore, Malaysia dan Australia. Pada awal tahun 2009 bertepatan dengan berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia yaitu pemilihan umum Presiden, Tony pun kembali merilis album ke tujuhnya secara independen dengan titel “Presiden” proses rekaman album ini pun sepenuhnya di lakukan di Sydney, Australia. Di album terbarunya tersebut Tony benar-benar ingin memberikan nuansa dan tema politik yang cukup kental demi menyambut dan menanggapi jalannya pemilihan umum Presiden Indonesia.Aransemen musiknya pun semakin bervariasi, Tony kembali bernostalgia dengan musik country, dimana ia coba memasukan unsur gitar banjo khas musik country di album tersebut.
Pada pertengahan tahun 2009, setelah melalui proses yang cukup panjang maka demo lagu yang pernah coba di tawarkan pada sebuah label world musik bernama Cumbancha dari Amerika Serikat milik mantan A&R dari label world music Putumayo, Jacob Edgar,dari Amerika Serikat sejak tahun 2008 pun akhirnya berhasil mencapai kesepakatan. Cumbancha memberikan kesempatan dan tawaran untuk merilis lagu-lagu Tony secara internasional. Album itu sendiri rencananya akan di rilis pada awal tahun 2010 secara internasional yang juga akan di edarkan di Indonesia.
TONY Q RASTAFARA OTOBIOGRAFI
Nama : Tony Waluyo Sukmoasih
Nama panggilan : Tony Q
Nama musisi : Tony Q Rastafara
Tempat/Tgl Lahir : Semarang / 27 April 1961

Album
• Rambut Gimbal (1996), Hemagita Record/BMG
• Gue Fallin In Love (1997), Hemagita Record/BMG
• Damai Dengan Cinta (2000), AK Production
• Kronologi (2003), Indonesia Rasta Production
• Salam Damai (2005), IM Production
• Anak Kampung (2007), 267 Records
• Presiden (2009), Tony Q Production
• Akustik kurangtambah (2010), Tony Q Production
Single & Kompilasi
• “Aku Anak Kampung”, (2005) IRR Compilation Album
• “Pat Gulipat”, (Damai dengan Cinta, 2000) Putumayo World Music
• OST Ai Lop Yu Pul (2009), Maleo Entertainment
Prestasi
• Headliners “Bob Marely Festival” ,Houston TX , USA (2002)
• Invitation “Legend of Rastareggae Festival”, Houston TX,USA (2003-2005)
• Putumayo World Music Album Compilation “Reggae Playground” (2006)
• Discovery, Cumbancha World Music, VA, USA (2010
)


Add caption
AMTENAR
Pada awal tahun 2009 group band yang awal berdirinya bernama OP BOX berubah menjadi AMTENAR. Nama AMTENAR sendiri diambil dari bahasa Belanda yang berarti pejabat/pegawai pemerintahan. Dipilihnya nama AMTENAR karena seluruh personilnya berlatar belakang sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemerintahan Kota Mataram. AMTENAR pun berharap perjalanannya menjadi besar dan eksistensinya selalu terjaga ditengah maraknya band baru yang bermunculan di industri musik Indonesia.

Berada di jalur REGGAE AMTENAR menawarkan warna musik dengan lirik yang puitis tetapi tetap mudah dicerna oleh pendengar dan penikmat musik. Warna vocal yang khas, serta aransemen lagu yang menarik menjadi ciri khas yang dapat didengar di setiap materi lagu AMTENAR.

Dengan mengedepankan semangat dan keberanian, serta mencoba aspek keberuntungan dalam industri musik, AMTENAR mencoba masuk ke industri rekaman. White House studio Jogja menjadi pilihan Record Label. Proses rekaman sendiri berlangsung selama 2 bulan penuh di OP BOX Studio & Minority Studio. kemudian proses mixing di bantu penuh oleh mas Gotre (White House Studio Jogja). pada awal januari proses rekamanpun selesai. AMTENAR yang di Manajeri oleh FIRADZ PARISKA melahirkan 8 lagu yaitu Stay With Your Love, Kau dan Warnamu, Hiasi Langit Hatiku, La la la na na na, Love Love Love, Ayah, Senandung Cinta & Lombok I Love U yang siap menyapa para pendengar dan penyimak musik di Indonesia.

Berikut kumpulan lagu-lagunya :
[1] Lombok I love You
[2] Lombol I Love You ( New Version )
[3] Stay With Your Love
[4] Kau dan Warnamu
[5] Hiasi Langit Hatiku
[6] Silahturahmi Cinta
[7] Love Love Love

Tidak ada komentar:

Posting Komentar